Overview
| ||||
| perkembangan aplikasi yang sangat signifikan adalah pada lingkup simulasi. Simulasi memungkinkan manusia untuk membuat model dari dunia nyata untuk kemudian digunakan sebagai media eksplorasi. Dengan sentuhan seni dan hiburan, aplikasi simulasi dapat dimanfaatkan sebagai media permainan (game). Ditambah dengan dukungan teknologi, aplikasi simulasi ataupun game dapat menggambarkan dunia nyata dengan lebih baik dan lebih mendekati kenyataan. | ||||
Tujuan
| ||||
1.
Memberikan pemahaman tentang simulasi
2.
Menunjukkan penelusuran tentang konsep game
3.
Menjelaskan tentang perkembangan game
4.
Menjelaskan tentang komponen game
6.
Menunjukkan kemajuan dalam penggambaran lingkungan
nyata ke dalam game
|
||||
A. Simulasi
Permainan komputer pada dasarnya masuk dalam golongan simulasi berbasis komputer, atau menggunakan komputer untuk membuat dan menjalankan simulasi. Istilah ‘simulasi’ sendiri memiliki makna sebagai tiruan dari sesuatu yang ada di dunia nyata, bisa dalam bentuk benda ataupun proses. Simulasi yang dibuat tidak boleh meninggalkan karakteristik utama atau perilaku utama dari kondisi nyata.
Dukungan teknologi yang terus
berkembang, telah memberikan kontribusi yang sangat besar pada fase
perkembangan, sehingga karakteristik-karakteristik yang pada zaman dahulu tidak
dapat atau sulit untuk dilakukan, saat ini dapat terwujud. Sebagai contoh untuk
mensimulasikan tubuh manusia, sebelum ditemukannya teknologi pengolahan gambar
3D (tiga dimensi), penggambaran tubuh manusia hanya dapat digambar dalam bentuk
2D (dua dimensi) saja.
Tujuan dilakukannya simulasi adalah
untuk menyederhanakan objek pengamatan supaya lebih mudah untuk diamati dan
dipahami perilakunya. Salah satu aplikasi simulasi yang paling banyak digemari
adalah game (permainan) komputer.
1.2 Konsep Game
Game
adalah aktivitas yang terstruktur atau semi-terstruktur yang digunakan untuk
kesenangan ataupun pendidikan. Istilah semi-terstruktur digunakan untuk mendeskripsikan
aktivitas yang tidak 100% mengikuti aturan tertentu, sehingga penggunanya harus
berusaha untuk kreatif.
Komponen
kunci yang harus ada pada setiap game adalah:
- Tujuan (goal)
- Aturan main (rules)
- Tantangan (challenge)
- Interaktif
Selain
keempat komponen di atas, game juga harus dapat melibatkan mental, kegiatan
fisik ataupun keduanya. Oleh karena itu latihan fisik untuk dapat menguasai
permainan dengan baik.
Game
secara umum merupakan suatu bagian universal dari pengalaman manusia dan
terdapat pada seluruh budaya yang ada.
Di
zaman modern seperti sekarang ini, menurut Kevin Maroney tentang game adalah
suatu bentuk permainan yang dilengkapi dengan tujuan dan terstruktur. Sedangkan
menurut Eric Zimmermann adalah bahwa game merupakan sebuah aktivitas dengan
beberapa aturan yang harus dipatuhi demi tercapainya hasil. Gambar berikut akan
ditunjukkan letak game jika dibandingkan dengan kegiatan hiburan yang lainnya:
|
|
Dari
gambar di atas dapat dilihat bahwa suatu bentuk ekspresi kreatif jika
ditambahkan unsur keindahan (beauty), maka akan menjadi suatu bentuk kesenian
(art). Suatu bentuk ekspresi kreatif dapat juga dijual menjadi komoditi hiburan
jika melibatkan unsure uang (money) di dalamnya.
Suatu
bentuk hiburan (entertainment), jika terdapat unsur interaksi di dalamnya, maka
akan menjadi suatu bentuk mainan (play thing). Namun jika tidak ada unsur
interaksi, maka akan menjadi sebuah pertunjukan saja seperti film (movie).
Sebuah
mainan apabila terdapat unsur tujuan/target yang harus dicapai (goal) , maka
mainan tersebut akan menjadi tantangan (challenge). Namun, jika tidak terdapat
unsur tujuan/target, maka mainan itu hanya akan tetap menjadi mainan (toy).
Suatu
tantangan (challenge) apabila terdapat kompetitor, maka berpotensi terjadinya
konflik. Namun, apabila tidak terdapat unsur kompetisi, maka bentuk tantangan
akan berlaku inklusif (hanya bisa dinikmati/dimainkan sendiri saja) contohnya
permainan puzzle, kubik, tetris, dll.
Suatu
bentuk konflik yang di dalamnya diperbolehkan untuk melakukan penyerangan
(attack), maka konflik akan berubah menjadi permainan (game) yang seru. Namun
jika konflik tidak diperbolehkan untuk diramu dengan penyerangan, maka akan
menjadi permainan kompetisi seperti permainan tetris (menyusun balok), balap
mobil, ketangkasan, dll.
Game
(permainan) sebenarnya merupakan salah satu cabang ilmu matematikan terapan.
Pada tahun 1944, teori tentang game dipaparkan untuk pertama kali oleh John von
Neumann dalam jurnalnya yang berjudul “Theory of Game and Economic Behavior”.
Langkah yang telah ditempuh John von Neumann kemudian diikuti oleh seorang ahli
matematika terkenal dan dinobatkan sebagai Famous Game Theorist, yaitu John
Nash (kisah hidupnya difimkan dengan judul ‘Beautiful Mind’).
1.3 Sejarah game (permainan)
Manusia
telah melakukan kegiatan bermain sejak zaman prasejarah dimulai, hal ini
dibuktikan dengan ditemukannya suatu permainan kuno dari Mesir yang diyakini
ditemukan atau dimainkan padatpada tahun 3500 SM, nama permainan tersebut
adalah ‘Senet’. Permainan khusus raja yang bernama Ur pun juga ditemukan di
Mesir, permainan ini telah ada sejak tahun 2600 SM. Penemuan berikutnya adalah
permainan sederhana yang menggunakan papan dan juga menggunakan benda kecil
berwarna hitam dan putih (diperkirakan muncul tahun 1000 SM), ini adalah cikal
bakal dari permainan catur.
1.4 Klasifikasi Game
1.4.1 Game klasik
Game-game
yang ada pada era klasik/era sebelum penggunaan teknologi digital telah
diklasifikasikan ke dalam 4 (empat) kelompok, yaitu:
- Board games, permainan yang dilakukan pada board (papan/alas) dengan bentuk dan desain tertentu. Contoh: monnopoli, catur, ular tangga.
- Card games, permainan yang menggunakan media kartu.
- Role–Playing game, dimana pemain harus menjalankan peran tertentu untuk dapat menyelesaikan permainan ini.
- Tabletop war games, permainan ini biasanya dilakukan pada suatu permukaan yang luas dan menggunakan patung-patung miniatur berukuran kecil.
1.4.2 Video game
Sejak
dikenalkannya teknologi, variasi game semakin banyak dan lebih menarik karena
sudah melibatkan sentuhan artistik. Sejak ditemukannya televisi, games juga
ikut mengalami perkembangan dan disebut sebagai video games yang di desain
untuk dapat memanfaatkan peralatan elektronik lainnya. Sistem video game
sekarang ini dapat ditampilkan pada berbagai ukuran layar, mulai dari yang
kecil hingga layar yang besar.
Media
pengendali video game disebut sebagai game controller. Alat ini terdiri dari
tombol-tombol dan sebuah batang pengendali yang disebut sebagai joystick.
Video
game ditemukan pada tahun 1947 oleh Thomas T. Goldsmith Jr. dan rekannya Estle
Ray Mann, kemudian hasil temuan ini dipatenkan pada tahun 1948. Mereka telah
berhasil membuat simulasi penembakan misil dan ditampilkan pada televisi CRT.
1.4.3 Online game
Online game adalah suatu game yang dapat
dimainkan diatas suatu jaringan komputer. Teknologi jaringan komputer dan
kendali jarak jauh telah berkembang dengan cepat (internet, java, flash),
sehingga memungkinkan para pemakai internet dapat saling bertemu pada suatu
arena game tertentu.
Jenis
permainan yang paling sering dimainkan secara online:
- First person shooter
- Real-time strategy game
- Cross-platform online play
- Browser game
- Role-playing game
1.5 Game mechanics
Dalam
perkembangan aplikasi game, terdapat istilah ‘game mechanics’, yaitu sebutan
lain dari produk aturan-aturan yang didesain oleh pembuat game. Contoh dari
game mechanics adalah sebagai berikut:
- Skill, yang dapat dibagi lagi menjadi dua kategori:
- Fisik : fighting, boxing, dancing
- Mental : catur, kartu, Othello
- Luck (keberuntungan), melibatkan pilihan-pilihan yang bersifat random, dimana penggunanya tidak memiliki kendali atas permainan. Contoh: permainan yang melibatkan dadu, tic-tac-toe, dll
- Strategy, hampir sepenuhnya berlawanan dengan luck, pengguna dapat merencanakan dan mengendalikan permainan, serta hasil permainan dapat diprediksi.
- Resource management (manajemen sumber daya), pengguna diberikan aset dengan jumlah tertentu, kemudian pengguna harus dapat mengatur assetnya supaya berhasil memenangkan permainan.
- Diplomacy (diplomasi), permainan tergantung sepenuhnya pada kemampuan pengguna dalam berinteraksi dengan pemain yang lainnya.
Pengguna
juga memiliki karakteristik masing-masing dan tidak semuanya cocok dengan tipe
game mechanic tertentu. Pada dasarnya game mechanic yang ada pada setiap game
dapat digunakan untuk membantu pengembangan skill, pendidikan, dan peran
psikologi.
Setiap
game pasti memiliki genre atau tema besar yang menjadi ide dasar dari pembuatan
game tersebut. Genre atau tema besar inilah yang nantinya akan mengarahkan
penentuan game mechanic. Secara umum, genre game dibagi ke dalam delapan
seperti pada tabel berikut:
Tabel
10.1. Genre game dan karakteristiknya
Genre
|
Karakteristik tantangan
|
Action
|
Fisik
|
Strategy
|
Strategia,
taktik, logistic
|
RPG
(Role-Playing Game)
|
Taktik,
logistik, dan eksplorasi
|
Real
world simulation
|
Game
olah raga, simulasi kendaraan termasuk kendaraan militer
|
Construction
and management
|
Ekonomi
dan konsep
|
Adventure
|
Eksplorasi
penyelesaian puzzle
|
Puzzle
|
Logika,
konsep dan tantangan waktu
|
Hybrid
|
Menggabungkan
beberapa genre berbeda
|
1.6 Game Play
Definisi
dari game play dapat dijelaskan dengan menggunakan dua istilah, yakni:
tantangan (challenge) dan aksi (action), yaitu:
- Tantangan yang harus dihadapi oleh pemain pada saat menjalani permainan
- Aksi-aksi yang diperbolehkan untuk menghadapi tantangan
Definisi
ini merupakan inti dari game dan yang membuat game menjadi menarik untuk
dimainkan. Oleh karena itu, kebutuhan untuk menyusun scenario game play yang
baik dibutuhkan imajinasi dan fantasi yang luar biasa dari para pembuatnya.
Umumnya,
game didesain untuk memberikan hiburan bagi penggunanya. Oleh karena itu, para
pembuat game ini disebut sebagai entertainer karena mereka benar-benar
memikirkan bagaimana caranya menghibur pengguna game ini. Skenario yang disusun
oleh para pembuat game ini lebih ditekankan pada challenge (tantangan). Berikut
ini adalah bentuk-bentuk tantangan yang pernah diciptakan:
- Koordinasi fisik
- Kecepatan dan ketepatan reaksi à Tetris
- Akurasi dan presisi à Need for Speed
- Ketepatan waktu dan irama à Dance dance revolution
- Pembelajaran tentang kombinasi gerakan à Street fighter
- Pengenalan pola
- Pola statis : Heaven and Earth
- Pola pergerakan dan perubahan à Sonic the hedgehog
- Konflik
- Strategi, taktik, dan logistic à Warcraft
- Survival à Pac-Man
- Pengurangan pasukan musuh à Half Life
- Stealth à Metal Gear Solid
- Ekonomi
- Penambahan sumber daya à Civilization
- Keseimbangan dan kestabilan sistem à Sim Earth
- Menyayangi makhluk hidup à Creatures
- Penciptaan/Pembangunan
- Kesuksesan estetika à The Sims
- Konstruksi dengan target fungsional à Mind Rover.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar